my pray
kabut gelap itu kembali menghantui
demolisi kejernihan yang sempat terkuak
berjalan seakan siklus perputaran tiada ujung
berharap ada ujung
perhentian untuk memulai kembali
awal pagi cerah
tatapan mata berbintang
senyum mengembang ringan
jalan terbentang indah, lurus
atau hidup membatasi langkah?
mungkin, mengarah pasti
sedapatnya saat itu
menggenggam secuil berlian
erat kokoh tak tergoyah
sebagai persembahan terakhir