wawancara ekslusif
Liputan Khusus fotongawur.net
Franz Kurnia ‘oz’:
Gila (beneran) karena Fotografi
Siapa sih yang gak tau sama nama di atas? Pasti semua pembaca menjawab,"Saya..!". Ya, fotografer yang bernama lengkap Franz Kurnia Putra , ataw yang lebih dikenal dengan panggilan ‘oz’ ini sudah lama malang melintang di dunia fotografi. Malang terus, gak pernah untung. Foto-fotonya sudah banyak bertebaran di mana-mana (kayak sampah donk!). Pada suatu hari yang mendung, kami mendapat kehormatan untuk bertemu dan berdialog langsung dengan Beliau.
-Bagaimana ceritanya anda bisa terjun ke dunia fotografi?
Wah.., saya gak terjun mas, saya takut ketinggian, jadi saya turun lewat tangga aja…
-Maksud saya, bagaimana awalnya anda tertarik sama fotografi?
Oo gitu, nanyanya yang jelas donk. Saya baru terlibat aktif sekitar satu tahun yang lalu. Tapi sebenarnya dari kecil saya sudah senang liat foto-foto yang bagus, misalnya foto pemandangan di kalender, foto-foto di buku, majalah dan koran. Apalagi kalo fotonya mengkilap dan berwarna.
-Termasuk foto-foto di majalah anak laki-laki bermain (in english) dan majalah yang namanya disilang 3 kali itu? Kalo Bapak saya punya banyak lho mas, biasanya disimpan di kolong tempat tidur.
No comment! (kok malah jadi elu yang curhat?)
-Terus pertama serius di fotografi gimana ceritanya?
Begini ceritanya…Saya mulai mendalami fotografi tepatnya sejak kuliah tahun ke tiga di sebuah sekolah tinggi berakreditasi gak jelas di bilangan Bintaro. Waktu itu ada open recruitment anggota baru club fotografi di kampus, namanya SOFAM. Saya diajak daftar sama dua orang temen sekosan. Ya.., setelah itu ternyata minatnya sama fotografi keterusan sampai sekarang. Malah temen saya yang ngajak itu sekarang udah jarang aktif. Oiya, waktu mendaftar, saya sebenarnya dalam keadaan gak sadar loh. Tau-tau nama saya udah tercantum di kertas pendaftaran. Lagian waktu itu saya juga nyium aroma kembang dan menyan di sekitar area pendaftaran.
-Terus, bagaimana jepretan pertama anda?
Di SOFAM, kita anak-anak baru dikenalkan sama kamera, khususnya kamera SLR, terus ada diklat-diklat tentang fotografi. Kalo gak salah diklatnya sebanyak empat kali, setiap sabtu dan minggu. Setelah mendapat bekal ilmu dari diklat, kita lalu hunting pertama. Dalam hunting itulah saya pertama kali take picture pake kamera SLR. Saya kebagian hunting di Monas, bareng empat temen lainnya dan seorang mentor (namanya gak usah disebutkan ya, ntar pada ge-er lagi). Saya pake kamera Ricoh, lensa 50mm, gantian sama seorang temen. Kameranya itu kamera pinjaman dari SOFAM, karena kita anak-anak baru belum punya kamera sendiri.
Saat jepretin pertama, perasaannya grogi, karena takut salah. Biasa, namanya juga pertama kali. Lagian kameranya gak ada lightmeternya, jadi dalam ngukur cahaya kita cuma pake filling dan berpedoman pada tabel metering yang ada pada box film. Kita pake film hitam putih.
-Hasil hunting pertama anda gimana?
Film hasil hunting pertama itu dicuci beberapa hari kemudian. Nyucinya sendiri, setelah diajari sama anak lama SOFAM. Kita nyucinya di kamar gelap berpasangan 2orang, tapi cowok sama cowok. Maunya sih cowok sama cewek, hehehe…Ternyata Hasil hunting pertama saya itu overexposure semua. Untungnya ada beberapa yang masih bisa dipake. Foto-foto hunting anak baru kemudian dipamerkan di kanopi kampus. Seneng banged rasanya foto kita dilihat dan mendapat apresiasi orang.
-Kamera yang anda pakai sekarang apa?
Saya pake Pentax P30T analog, lensa fix SMC 50mm f/1,8. Belinya di pasar baru waktu bulan puasa. Waktu beli sampai bolak -balik 3 kali karena rusak. Maklum, namanya juga kamera seken. Alhamdulillah dapat lensanya lumayan tajam.
-teknologi digital dewasa ini kan semakin berkembang, kenapa anda masih setia pakai kamera analog?
mmm..ini sebenarnya soal prinsip. Pakai digital itu bikin manja. Gak ada tantangannya. Kalo salah bisa dihapus ato di-retouch di photoshop.(sebenarnya gak usah nanya elu jg dah tau, gw gak punya duit aja buat beli digital, nanya yang aneh-aneh lagi gw jitak juga lu)
-Bagaimana apresiasi masyarakat terhadap karya anda?
Saya merasa bangga atas sambutan masyarakat terhadap karya saya. Foto saya gak hanya dinikmati oleh kalangan fotografer, tapi juga oleh masyarakat kecil. Bahkan saya pernah liat foto saya dipajang di tempat sampah seorang warga.
-Bagaimana anda menanggapi perkembangan fotografi sekarang?
Saya lihat dunia fotografi sekarang berkembang sangat pesat. Apalagi setelah Susi Susanti mendapat emas di Olimpiade, Cris john yang menjadi juara dunia kelas bulu, dan Fernando Torres yang bergabung ke Liverpool menambah daya serang. Benar-benar dahsyat.
-(ini ngomongin fotografi ataw olahraga?) Sebagai fotografer yang udah banyak makan asam cuka, ada tips buat fotografer muda?
Membuat foto yang bagus sebenarnya tidak begitu sulit. Tapi kebanyakan fotografer sekarang, apalagi yang muda-muda kurang memperhatikan hal-hal kecil yang sebenarnya berpengaruh besar terhadap foto yang dihasilkan. Misalnya seorang fotografer itu kalo bangun tidur harus mandi, tidak lupa menggosok gigi, lalu membantu ibu membersihkan tempat tidur. Jangan hanya memperhatikan masalah teknis fotografi.
Oiya, pesannya yang lain, buat mama di rumah, i luv yu, aku sekarang udah gak ngompol lagi, buat papa jg, keluarga, teman-teman, dukung aku ya, ketik SMS (spasi) EDAN, kirim ke tetangga, jangan lupa ya!
Sayang sekali, waktu tak mengizinkan kami untuk menimba ilmu lebih dalam dari beliau. Kami kembali ke kantor setelah matahari berubah merah, dengan pikiran yang kacau!
January 23rd, 2008 at 6:37 pm
Aslm.
td bareng ama mytha lyat blognya franz d hp.
Jd ktawa2!
Pdhal pas kul kwn
January 25th, 2008 at 1:41 am
comentnya atu ajah ya,,,
blog nyang aneh
banyak berbau narsisme…
dasar,,
btw buswae,, tengkuyuw yow bukune
garing abiz!!
bagus buwat ngisi waktu luang,,,
hehehe
lagi diklat yow??
met diklat ajah,,, siap2 roling nasional
hehe,,,
November 3rd, 2008 at 10:34 pm
Thank you for your site
I made on photoshop backgrounds for myspace or youtube and even more
my backgrounds:http://tinyurl.com/6kw9wq
have a great day and thank you again!